Jakarta – Indonesia diakui sebagai negara di Asia Tenggara, yang memiliki industri otomotif terbesar kedua sesudah Thailand. Kemampuan produksinya dapat capai lebih dari dua juta unit /tahun, untuk kendaraan motor beroda 4 atau lebih.
Meskipun begitu, jumlah unit yang dibikin rata-rata hanya satu juta unit per tahun. Hal itu disebabkan karena banyak hal, mulai dari terbatasnya model yang ditawarkan hingga soal pemasaran.
Selain berasal dari hasil produksi dalam negeri, beberapa mobil yang dipajang di diler dihadirkan di luar negeri. Jumlahnya cukup lumayan banyak, yakni mencapai puluhan ribu unit.
Baca juga: Siap-siap Toyota Bakal Keluarin Mobil Baru untuk Indonesia
Seperti dilansir dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, diambil pada semester pertama tahun ini ada 24.383 unit mobil yang di-import dari negara lain. Jumlah ini bertambah 20,3 persen, bila dibanding dengan tahun kemarin yang angkanya 20.272 unit.
Khusus di bulan Juni, jumlah peningkatannya jika dibanding dengan bulan sebelumnya mencapai 67,4 persen, yaitu dari 2.964 unit jadi 4.963 unit.
Jika dilihat dari merek, menempati pertama adalah Toyota. Pabrikan asal Jepang itu mendatangkan 9.615 unit mobil pada enam bulan awal pada tahun ini, tidak berbeda dengan lalu yang tercatat 9.611 unit.
Baca juga: Honda HRV Terbaru Segera Mengaspal di Indonesia
Urutan kedua, dihuni oleh Mitsubishi dengan mengimpor 4.250 unit, naik 99 persen dari tahun kemarin yang angkanya 2.128 unit. Selanjutnya ada Suzuki sekitar 2.332 unit, turun 17 persen dari tahun kemarin.
Bila dilihat secara prosentase, posisi urutan pertama ditempati oleh Hyundai dengan 19.714 persen. Tahun lalu, mereka hanya mendatangkan tujuh unit, tetapi tahun ini angkanya naik menjadi 1.387 unit.
Honda dan Mercedes-Benz jadi dua merk cukup lumayan mengurangi impor kendaraan mereka, di mana pada semester pertama tahun ini jumlahnya masing-masing turun sekitar 76 persen. (ana)


















