• Blog
  • Contacts Us
  • Home
    • Home
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • INDOPOS ONLINE
  • Instagram
  • My Bookmarks
  • Redaksi
  • Sample Page
INDOPOS ONLINE
  • Baranda
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Internasional
  • Video
    • Instagram
  • Bekasi
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Baranda
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Internasional
  • Video
    • Instagram
  • Bekasi
  • Redaksi
No Result
View All Result
INDOPOS ONLINE
No Result
View All Result
Home Megapolitan

Benarkah Kebanyakan Micin Bikin Bodoh? Ini Kata Ahli!

redaksi - by redaksi -
18 April 2023 14:30
in Headline, Megapolitan
0

FOTO Ist

11
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta-Selama ini beredar di masyarakat kalau mengkonsumsi micin bisa menimbulkan obesitas, kanker hingga bikin bodoh. Benarkah demikian? MSG (Monosodium Glutamat) atau biasa yang dikenal sebagai micin, adalah salah satu penyedap rasa semua masakan yang terbuat dari garam natrium dan asam glutamat. Semua orang sepertinya sudah tahu apa itu micin, dan juga pernah merasakan sedapnya masakan yang menggunakan micin. Asam glutamat pada micin dapat memberikan rasa gurih yang berbeda dari penyedap makanan lainnya.

Tak hanya di Indonesia, negara di kawasan Asia Timur yakni Taiwan, Korea Selatan (Korsel) dan Jepang juga gemar menggunakan MSG. Apalagi, berdasarkan sejarahnya, MSG pertama kali ditemukan di Jepang pada tahun 1908 oleh seorang professor bernama Kikunae Ikeda. Kikunae Ikeda mengekstrak dan mengkristalkan glutamat dari kaldu rumput laut untuk dijadikan butiran MSG.

Bertujuan untuk memberikan informasi yang benar mengenai MSG dan bertepatan dengan momen Bulan Ramadan, P2MI (Perkumpulan Pabrik Mononatrium Glutamat dan Asam Glutamat Indonesia) menggelar media workshop yang bertajuk “Cinta Pakai Micin, Why Not?”.

Baca juga: Hunian Newville Lippo Cikarang Luncurkan Blok Baru

“Masih banyak tanggapan miring beredar di masyarakat mengenai micin ini. Konsern dengan hal tersebut, kami, P2MI yang beranggotakan PT Ajinomoto Indonesia, PT Ajinex International, PT Sasa Inti, dan PT Daesang Ingredients Indonesia berinisiatif memberikan informasi yang benar mengenai amannya mengkonsumsi MSG lewat media workshop yang menghadirkan pembicara Prof. Dr. Dede Robiatul Adawiyah yang merupakan Dosen Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor yang juga dimeriahkan dengan demo masak sambil bersilahturahmi bersama”, ujar Satria Gentur Pinandita, Ketua Bidang Komunikasi P2MI.

Saat ini, juga ada beberapa produk makanan yang meng-“klaim” tanpa ada penambahan MSG, dan hanya mengandung Jamur, Yeast dan sebagainya. Namun secara ilmiah, produk makanan ini sebenarnya juga mengandung asam glutamate yang juga terkandung dalam MSG, bahkan produk makanan ini dijual dengan harga yang lebih mahal dari MSG.

” Khusus untuk menjelaskan perihal tersebut kami mengundang Prof. Dr. Dede Robiatul Adawiyah untuk memberikan penjelasan lebih jelas. Untuk itulah Rekan Media dapat memberikan informasi yang benar dan berimbang kepada Masyarakat agar tidak tertipu”, ujar Doddy S. Widodo – Ketua P2MI.

MSG aman dikonsumsi oleh semua tahapan usia. Kadar keamanan MSG dijelaskan pada Permenkes dan BPOM. Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan menjelaskan bahwa MSG dikategorikan sebagai bahan tambahan pangan. Sifatnya tidak menimbulkan efek merugikan terhadap kesehatan dengan batasan pemakaian secukupnya. Bahkan lembaga internasional seperti Food and Drug Administration (FDA) dan World Health Organisation (WHO) juga telah memverifikasi keamanan MSG.

“MSG mempunyai rasa, yaitu rasa umami yang merupakan rasa dasar kelima, selain asin, asam, manis dan pahit, karena MSG memiliki reseptor sendiri pada permukaan lidah dan aman dikonsumsi. Hoax yang beredar di masyarakat mengenai micin adalah tidak benar,” tandasnya.

Baca juga: Mau Makin Cuan? Pelaku UMKM Wajib “Go Digital”

MSG atau micin MSG memiliki acuan nilai asupan harian (ADI) sebagai not specified atau tidak dinyatakan, ini berarti MSG adalah bahan yang aman. Bahkan kenyataannya, kadar natrium (Na) pada MSG lebih sedikit ketimbang garam dapur. “MSG mengandung 12 persen Na, sedangkan garam dapur 39 persen. Artinya, kandungan Na di MSG lebih sedikit dibandingkan garam dapur sehingga risiko hipertensi akibat konsumsi Natrium berlebih lebih tinggi pada garam dapur,” tambahnya.

Dia mengatakan, Kalau makanan itu harus ada rasanya. (Rasa) umami senyawa standarnya adalah MSG. “Untuk membuat rasa gurih atau umami, hanya menambahkan sedikit saja (sebanyak) 0,01 gram per 100 ml saja sudah cukup,” tukasnya.

Inovasi pada bahan pangan yang semakin berkembang, salah satunya penambahan zat pelengkap atau fortifikasi menjadi umum pada MSG. Beberapa produk MSG dapat diberi tambahan zat pelengkap, seperti yodium, zat besi, dan vitamin A.

Biasanya, penambahan zat pelengkap tersebut dilakukan untuk meningkatkan status gizi dalam MSG. Meskipun MSG hanya digunakan sebagai bumbu penyedap rasa pada makanan, MSG fortifikasi dinilai dapat menjadi terobosan dalam teknologi pangan terkini.

Terdapat sedikit perbedaan kandungan antara MSG fortifikasi dan MSG biasa, tetapi tidak ada perbedaan dalam takaran penggunaannya. Menurut Prof. Dede, bahan dasar MSG fortifikasi dan MSG biasa yang sama membuat takaran penggunannya pun sama.

“Sebetulnya mungkin ada, tapi kalau dia basisnya adalah MSG kemudian di fortifikasi, basisnya tetap MSG. Kebetulan, dia MSG yang mengandung vitamin A atau yodium, misalnya. Jadi, takarannya (sesuai) takaran MSG (biasa),” ujar Prof. Dede.

Prof. Dede juga mengingatkan untuk menggunakan MSG sesuai takaran, meski menggunakan MSG fortifikasi. Hal ini untuk menghindari seseorang terkena CSR (Chinese Restaurant Syndrome), yaitu gejala kelebihan MSG seperti sakit kepala, mual, dan lemas.

Ia juga menjelaskan takaran setiap negara terhadap MSG tergantung dari kebijakan pihak pengawas makanan yang berwenang. Badan Pengawas Obat dan Minuman (BPOM) menganjurkan untuk menggunakan MSG secukupnya agar menghindari CRS di atas. “Kalau dilihat dari toksisitas ini (MSG) rendah. ADI (dosis yang setiap hari diperbolehkan) nya tidak dinyatakan, tetapi bervariasi,” pungkasnya. (any)

Tags: indoposindoposonlineMSG
Previous Post

Edukasi Ruam Popok Lewat Makuku Community

Next Post

Lippo Cikarang Catat Pendapatan Tahun 2022 Capai Rp1,27 Triliun

redaksi -

redaksi -

Related Posts

BMKG Beri Peringatan Gelombang Tinggi
Nasional

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Cuaca Ekstrem di Beberapa Wilayah Indonesia

22 Januari 2026 17:01
Megapolitan

Banjir Meluas, BPBD Kabupaten Bekasi Dorong Modifikasi Cuaca

21 Januari 2026 11:00
KPK Geledah Dua Lokasi Terkait Kasus Pengadaan Barang Covid-19
Nasional

OTT Bupati Pati Terkait Jabatan Perangkat Desa

20 Januari 2026 14:11
Sembilan Kecamatan di Bekasi Terendam Banjir
Megapolitan

Tanggul Sungai Citarum Jebol, Banjir Rendam Ribuan Rumah Warga di Bekasi

20 Januari 2026 10:46
Megapolitan

Kejari Kota Bekasi Diganjar Penghargaan dari Pemkot Bekasi

19 Januari 2026 16:06
Awal 2026, Pertamina EP Ambil Alih Pengelolaan Sumur Gas Jatinegara
Ekonomi

Awal 2026, Pertamina EP Ambil Alih Pengelolaan Sumur Gas Jatinegara

19 Januari 2026 11:20
Next Post

Lippo Cikarang Catat Pendapatan Tahun 2022 Capai Rp1,27 Triliun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Baru Buka di Pondok Indah Mall 1, Main Asik di Kidzlandia Yuk!

11 Februari 2023 13:30

Pameran Indonesia Asean Stationery & Gift Expo Siap Digelar di Jiexpo

5 September 2024 00:00

Pemilu 2024, Novel Siap Menangkan Partai Golkar

17 Januari 2023 16:19

Dua Parfum Baru dari Braven, Bikin Pria Makin Percaya Diri

16 Juli 2024 17:40
BMKG Beri Peringatan Gelombang Tinggi

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Cuaca Ekstrem di Beberapa Wilayah Indonesia

0
Istri Terduga Teroris Diamankan Densus 88 di Bandung

Istri Terduga Teroris Diamankan Densus 88 di Bandung

0
23 Orang Terduga Teroris Diamankan Terkait Bom Makassar

Penyidikan di Tingkat Polsek Dihentikan, Begini Kata Mabes Polri

0
Akankah Kurikulum Agama di Kampus Diubah, Begini Penjelasan PBNU

Akankah Kurikulum Agama di Kampus Diubah, Begini Penjelasan PBNU

0
BMKG Beri Peringatan Gelombang Tinggi

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Cuaca Ekstrem di Beberapa Wilayah Indonesia

22 Januari 2026 17:01

Banjir Meluas, BPBD Kabupaten Bekasi Dorong Modifikasi Cuaca

21 Januari 2026 11:00
KPK Geledah Dua Lokasi Terkait Kasus Pengadaan Barang Covid-19

OTT Bupati Pati Terkait Jabatan Perangkat Desa

20 Januari 2026 14:11
Sembilan Kecamatan di Bekasi Terendam Banjir

Tanggul Sungai Citarum Jebol, Banjir Rendam Ribuan Rumah Warga di Bekasi

20 Januari 2026 10:46

Beritaa Terkini

BMKG Beri Peringatan Gelombang Tinggi

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Cuaca Ekstrem di Beberapa Wilayah Indonesia

22 Januari 2026 17:01

Banjir Meluas, BPBD Kabupaten Bekasi Dorong Modifikasi Cuaca

21 Januari 2026 11:00
KPK Geledah Dua Lokasi Terkait Kasus Pengadaan Barang Covid-19

OTT Bupati Pati Terkait Jabatan Perangkat Desa

20 Januari 2026 14:11
Sembilan Kecamatan di Bekasi Terendam Banjir

Tanggul Sungai Citarum Jebol, Banjir Rendam Ribuan Rumah Warga di Bekasi

20 Januari 2026 10:46
INDOPOS ONLINE

Follow Us

  • Baranda
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Internasional
  • Video
  • Bekasi
  • Redaksi

© 2023 indoposonline.com

No Result
View All Result
  • Baranda
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Internasional
  • Video
    • Instagram
  • Bekasi
  • Redaksi

© 2023 indoposonline.com