Bekasi – PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mencatat nilai pra-penjualan pada paruh pertama tahun 2025 sebesar Rp791 miliar. Besaran itu setara dengan 48 persen dari target tahun ini yang mencapai Rp1,65 triliun.
Di periode yang sama, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp2,24 triliun atau meningkat 224 persen dibanding pada semester perta.a di tahun 2024.
Baca juga: Bagikan Dividen Rp249,31 Miliar, Bank DKI Siap Bertransformasi Melalui IPO
Peningkatan ini didorong dari pendapatan serah terima rumah tapak, apartemen, unit komersil (Ruko), lahan industri. Serta kontribusi dari segmen non-properti melalui pengelolaan kawasan Lippo Cikarang.
Disisi lain, segmen pengelolaan kota juga memberikan kontribusi positif dengan pendapatan mencapai Rp200 miliar. Perseroan mencatat laba kotor sebesar Rp477 miliar, dengan margin laba kotor yang sehat sebesar 21 persen.
Baca juga: PT Lippo Cikarang Tbk Mencatat Marketing Sales Rp323 Miliar pada 1Q25
EBITDA Positif dan Konsisten
Pada semester pertama 2025, LPCK membukukan EBITDA sebesar Rp282 miliar, tumbuh 72 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. EBITDA margin tercatat sebesar 13 persen terhadap total pendapatan, mencerminkan efisiensi operasional dan pertumbuhan yang berkualitas.
Detail Pra-Penjualan Semester 1 2025
Pra-penjualan sebesar Rp791 miliar pada periode 1H25 terutama didorong oleh tingginya permintaan terhadap produk residensial dan komersial yang masing-masing menyumbang 52 persen dan 40% dari total marketing sales. Segmen lahan industri turut memberikan kontribusi sebesar 8 persen.
Sepanjang paruh pertama 2025, Perseroan berhasil menjual 688 unit dari segmen residensial, komersial, dan lahan industri. Produk unggulan itu terdiri dari XYZ Series, Q Series, Cendana Spark, serta The Allegra @ Casa de Lago menunjukkan performa pra-penjualan yang solid di pasar properti. (put)


















