BEKASI – Arus urbanisasi pascalebaran di Kota Bekasi diprediksi meningkat dalam satu bulan ke depan. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bekasi memperkirakan jumlah pendatang baru akan mencapai 4.000 hingga 5.000 jiwa.
Kepala Disdukcapil Kota Bekasi, Taufiq Rachmat Hidayat mengatakan, angka tersebut tidak jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode pascalebaran 2025, jumlah pendatang tercatat mencapai 4.707 jiwa.
“Terhitung satu bulan pasca Lebaran di 2025 sebanyak 4.707 jiwa. Tahun ini kemungkinan di sekitar 4 sampai 5 ribu jiwa,” ujar Taufiq.
Baca juga: Pemkot Bekasi Larang Mudik Pakai Mobil Dinas
Ia menjelaskan, tren perpindahan penduduk ke Bekasi terbilang stabil sepanjang tahun. Data pada Januari dan Februari 2025 masing-masing mencatat 4.966 dan 5.185 jiwa. Sementara pada periode yang sama tahun 2026, jumlah pendatang mencapai 5.040 jiwa pada Januari dan 4.084 jiwa pada Februari.
Menurutnya, arus migrasi tidak hanya terjadi saat momentum Lebaran, melainkan berlangsung secara rutin setiap bulan. Bahkan, pada tahun sebelumnya, peningkatan jumlah pendatang justru terlihat pada pertengahan tahun.
Baca juga: Usai Lebaran, Tumpukan Sampah Capai Ribuan Ton
“Pergerakan penduduk ini memang terjadi setiap bulan, tidak hanya pasca Lebaran saja,” jelasnya.
Taufiq mengingatkan para pendatang agar tetap melaporkan keberadaannya, khususnya bagi yang berencana tinggal dalam jangka waktu lama di Kota Bekasi.
“Prinsip pelayanan administrasi kependudukan saat ini memang menuntut kesadaran warga. Nantinya kita tinggal melakukan sosialisasi agar masyarakat mengupdate adminduknya,” katanya. (nay)
















