JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto meminta Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari untuk mengumpulkan dokumentasi video dari pihak-pihak yang mengkritik program Makan Bergizi Gratis.
Permintaan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan SPPG milik Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat 13 Februari. Ia menyinggung adanya kritik dari sejumlah kalangan, termasuk akademisi, yang meragukan keberhasilan program tersebut dan menilai kebijakan itu berpotensi memboroskan anggaran negara.
Baca juga: Banjir Rendam 7 Wilayah Bekasi Timur
Prabowo meminta agar seluruh pernyataan yang memprediksi program tersebut akan gagal didokumentasikan secara digital. Ia menilai penting adanya rekam jejak atas berbagai kritik yang muncul sejak awal pelaksanaan program.
Menurut Prabowo, program Makan Bergizi Gratis bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia serta kelompok rentan seperti ibu hamil. Ia mengaku heran atas tudingan yang menyebut kebijakan tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap bangsa.
Baca juga: Ini Motif Pembunuhan Karyawan PPPK
Presiden juga menyampaikan bahwa hingga Jumat 13 Februari, jumlah penerima manfaat program tersebut telah melampaui 60 juta orang, mulai dari anak-anak hingga ibu hamil. Ia menyebut capaian itu sebagai salah satu langkah besar dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Prabowo menambahkan, jumlah penerima manfaat tersebut setara dengan populasi satu negara seperti Afrika Selatan yang diberi makan setiap hari. Ia juga membandingkannya dengan jumlah penduduk Singapura dan Malaysia sebagai gambaran skala program yang sedang berjalan. (nay)
















