BEKASI – Longsor terjadi di area TPST Bantargebang, Kota Bekasi, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Peristiwa yang terjadi pada Minggu, 8 Maret 2026, dilaporkan menewaskan sedikitnya 10 orang yang tertimbun tumpukan sampah.
Informasi awal menyebutkan para korban terdiri dari lima sopir truk sampah dan lima warga yang berada di sekitar lokasi. Saat kejadian, sejumlah truk diketahui sedang mengantre untuk melakukan bongkar muatan sampah di kawasan TPST Bantargebang.
Baca juga: Jalur Mudik di Lintasan Pantura Masih Rusak
Longsor diduga terjadi ketika gundukan sampah di dekat antrean truk tiba-tiba runtuh setelah kondisi tanah dan material menjadi lembap akibat hujan. Beberapa sopir yang berada di dalam truk serta warga yang berada di sebuah warung di sekitar lokasi langsung tertimbun material longsor.
Situasi di lokasi sempat dipenuhi kepanikan. Sejumlah saksi mata berteriak meminta pertolongan saat tumpukan sampah runtuh. Kapolres Metro Bekasi Kota, Kusumo, mengatakan data sementara menunjukkan terdapat sekitar 10 korban dalam peristiwa tersebut.
Baca juga: Bupati Pekalongan Terjaring OTT KPK
“Data sementara diperkirakan sekitar 10 orang korban, lima sopir truk dan lima warga sekitar,” kata Kusumo, Senin (9/3/2026).
Insiden ini menjadi duka mendalam bagi warga sekitar kawasan TPST Bantargebang. Informasi yang beredar menyebutkan sebelumnya juga sempat terjadi longsor kecil di area tersebut, namun tidak banyak diketahui publik.
Sementara itu, video kejadian longsor juga beredar luas di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan sebuah truk sampah yang diduga sedang mengantre bongkar muat tertimbun material longsor. Selain kendaraan, sebuah warung di sekitar lokasi juga dilaporkan ikut terdampak.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kiswatiningsih, membenarkan adanya peristiwa longsor di kawasan TPST Bantargebang.
“TPST Bantargebang yang terkena longsor, bukan di TPA Sumur Batu,” ujar Kiswatiningsih. (nay)
















