Jakarta– Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Sultan Baktiar Najamudin, bersama jajaran pimpinan DPD RI, menyambut kunjungan Ketua Parlemen Singapura, H.E. Seah Kian Peng, di Kompleks Parlemen MPR/DPR/DPD RI, Jakarta.
Pertemuan yang berlangsung Jumat pagi (25/1/2025) ini menyoroti pentingnya mempererat hubungan bilateral kedua negara melalui kolaborasi antar parlemen dan pengembangan kerja sama di berbagai sektor strategis, termasuk investasi, teknologi, dan energi terbarukan.
Hadir dalam kunjungan tersebut, Duta Besar Singapura untuk Indonesia, H.E. Kwok Fook Seng, serta Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai. Sejumlah pimpinan lainnya turut serta, seperti Senator Badikenita Sitepu, Graal Taliawo, Mirah Midadan Fahmid, dan Lis Tabuni. Pertemuan ini menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat sinergi antara Indonesia dan Singapura untuk mendukung stabilitas dan pertumbuhan di kawasan ASEAN.
Baca juga: Mengubah Sampah Jadi Berkah: Inspirasi dari Nasabah PNM Mekaar di Bantar Gebang
Dorongan Investasi dan Kerja Sama Strategis
Dalam sambutannya, Sultan Baktiar Najamudin mengapresiasi kontribusi Singapura sebagai salah satu investor terbesar di Indonesia.

“Singapura menyumbang 30% dari total investasi asing di Indonesia, menjadikannya mitra strategis utama. Dengan target nasional mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8%, kami berkomitmen mendorong investasi asing langsung (FDI) ke daerah-daerah di seluruh Indonesia. Kolaborasi antar parlemen menjadi jembatan untuk mencapai visi tersebut,” tegas Sultan.
Ketua Parlemen Singapura, Seah Kian Peng, menanggapi positif dan menyoroti potensi besar kerja sama di sektor teknologi, energi, dan kesehatan. “Kami melihat peluang besar untuk pengembangan energi terbarukan dan teknologi keamanan siber. Kolaborasi erat antar pemerintah dan parlemen sangat penting untuk memanfaatkan peluang ini,” ujarnya.
Baca juga: P2 Tiger, Kendaraan Lapis Baja Canggih Buatan Indonesia Resmi Meluncur
Smart City dan Teknologi Energi Terbarukan
Dalam diskusi, Senator Badikenita Sitepu menyoroti peluang Indonesia untuk mengadopsi teknologi smart city yang telah dikembangkan Singapura. “Pusat bisnis di Indonesia tersebar luas, tidak hanya di Batam. Kerja sama ini dapat mendukung pembangunan daerah dengan memanfaatkan teknologi modern Singapura,” jelasnya.
Senator Mirah Midadan Fahmid dari BKSP DPD RI juga menekankan pentingnya sektor energi terbarukan. “Indonesia memiliki potensi besar, khususnya dalam energi geotermal dan angin. Namun, teknologi pengelolaan masih menjadi tantangan. Kami mengharapkan Singapura sebagai mitra berbagi pengetahuan dan teknologi untuk mengatasi hal ini,” ungkap Mirah.
Menanggapi hal tersebut, Seah Kian Peng sepakat bahwa energi terbarukan menjadi prioritas strategis. Ia juga menyampaikan rencana untuk membawa delegasi parlemen Singapura yang lebih besar ke Indonesia guna memperluas diskusi kerja sama.
Sinergi untuk Stabilitas Kawasan ASEAN
Di tengah ketidakpastian global, Sultan Baktiar Najamudin menegaskan pentingnya kolaborasi antar parlemen untuk menjaga stabilitas ASEAN. “Kita harus memperkuat hubungan antar pemerintah (G2G), antar parlemen (P2P), hingga hubungan antar masyarakat (people-to-people). Sinergi ini adalah kunci untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Sebagai penutup, Seah Kian Peng mengapresiasi sambutan hangat DPD RI dan menekankan pentingnya konektivitas antara kedua negara. “Aksesibilitas dan hubungan erat antara Indonesia dan Singapura akan menjadi fondasi kuat untuk mempererat kerja sama strategis di masa depan,” tuturnya.
Momentum Baru untuk Kerja Sama Strategis
Pertemuan ini menjadi tonggak penting dalam membuka peluang kerja sama baru antara Indonesia dan Singapura, tidak hanya di bidang investasi dan energi, tetapi juga dalam mendukung pertumbuhan kawasan ASEAN yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Dengan semangat kolaborasi ini, kedua parlemen berharap dapat memperkuat hubungan bilateral yang lebih kokoh, membawa manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara, dan memberikan kontribusi signifikan terhadap stabilitas serta kemajuan di kawasan. (any)


















