BEKASI – Sejumlah sopir angkutan kota di Kota Bekasi berharap pemerintah daerah dapat melibatkan mereka dalam kebijakan transportasi yang tengah berkembang. Harapan tersebut disampaikan agar keberadaan angkot tetap terjaga di tengah persaingan dengan moda transportasi massal lainnya.
Eri (45), salah satu pengemudi angkot di Bekasi, mengungkapkan semakin banyaknya layanan transportasi massal yang dihadirkan pemerintah berdampak pada menurunnya pendapatan sopir angkot.
Baca juga: Dewan Siap Panggil Dishub Bahas Polemik Bus Trans Beken
Ia berharap ada perhatian dari pemerintah, termasuk kemungkinan pemberian subsidi, sehingga angkutan kota tetap dapat beroperasi secara layak dan berkelanjutan.
Menurut Eri, angkot merupakan bagian dari sistem transportasi lama yang sudah menjadi warisan dan memiliki nilai historis bagi masyarakat. Ia menilai keberadaannya sepatutnya dipertahankan dan ditata, bukan justru tersisih oleh kebijakan baru.
Baca juga: Ini Motif Pembunuhan Karyawan PPPK
Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Zeno, menyatakan pihaknya membuka ruang penataan ulang trayek angkot melalui skema re-routing. Penataan tersebut dapat dilakukan dengan berbagai opsi, mulai dari memperpendek atau memperpanjang jalur, menggabungkan trayek, hingga menghapus trayek tertentu.
Selain itu, pemerintah daerah juga membuka peluang peremajaan armada sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan transportasi di Kota Bekasi. (nay)
















