BEKASI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi menduga limbah yang mencemari aliran Kali Bekasi berasal dari kawasan perbatasan Bogor dan Bekasi. Dugaan tersebut muncul berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan pada akhir Agustus 2026.
“Pada Senin, 31 Agustus 2026, aliran limbah tersebut terpantau bergerak perlahan akibat debit air sungai yang sangat kecil di sekitar Basecamp Tim Katak Delta Pekayon,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kiswatiningsih.
Baca juga: Mantan Direksi BUMD di Bekasi Ditahan
Menurut DLH, aliran limbah tersebut diperkirakan bergerak menuju Bendungan Presdo pada Selasa (1/9/2026). Saat berada di kawasan tersebut, kondisi air terlihat mulai berbusa dan mengeluarkan bau yang tidak sedap.
Penanganan terhadap persoalan kualitas air Kali Bekasi sendiri telah dilakukan DLH Kota Bekasi sejak pertengahan Juli 2026. Upaya tersebut meliputi pemeriksaan laboratorium serta penelusuran untuk mengidentifikasi sumber pencemaran.
Baca juga: KPK Dalami Dugaan Aliran Dana Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Pihak Swasta
Kiswatiningsih mengatakan, hasil pemeriksaan sampel air yang diambil pada 20 dan 22 Juli 2026 menunjukkan adanya sejumlah parameter yang melampaui baku mutu lingkungan.
“Berdasarkan Hasil Pengujian UPTD Laboratorium Lingkungan DLH Kota Bekasi, ditemukan beberapa parameter air permukaan yang melebihi baku mutu lingkungan secara signifikan, seperti TSS, BOD, COD, penurunan DO (oksigen terlarut), kandungan logam berat (Nikel, Seng, Tembaga), serta Fecal Coliform,” katanya dalam keterangan tertulis.
Sampel air tersebut diambil Tim Pengawasan dan Penegakan Hukum Lingkungan (PPLH) bersama Pasukan Katak DLH Kota Bekasi setelah adanya laporan masyarakat terkait pencemaran Kali Cileungsi. Hasil pemantauan menunjukkan sebaran air tercemar meluas dari kawasan perbatasan hingga Pangkalan 6 Bantargebang dan Delta Pekayon.
Dalam pemantauan tersebut, tim DLH menemukan aliran limbah berwarna hitam yang disertai bau menyengat di kawasan perbatasan Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi. (nay)




















Comments 2