• Blog
  • Contacts Us
  • Home
    • Home
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • INDOPOS ONLINE
  • Instagram
  • My Bookmarks
  • Redaksi
  • Sample Page
INDOPOS ONLINE
  • Baranda
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Internasional
  • Video
    • Instagram
  • Bekasi
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Baranda
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Internasional
  • Video
    • Instagram
  • Bekasi
  • Redaksi
No Result
View All Result
INDOPOS ONLINE
No Result
View All Result
Home Megapolitan

Pentingnya Deteksi Dini Mencegah Komplikasi pada Diabetes

redaksi - by redaksi -
17 November 2021 18:39
in Headline, Megapolitan
0

FOTO Ist

11
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Diabetes adalah ancaman penyakit serius yang bisa berakibat fatal bagi penderitanya. Tak hanya mempengaruhi gula darahnya, tapi juga bisa menyebabkan komplikasi seperti stroke, penyakit jantung, hingga kematian.

Diketahui bahwa diabetes bukan hanya terdiri dari satu penyakit, tapi beberapa penyakit yang ditandai dengan gejala kadar gula dalam darah di atas normal atau disebut hiperglikemia.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin metabolik Prof DR dr Sidartawan, SpPD-KEMD, FINASIM menjelaskan, kadar gula darah di atas normal dapat menyebabkan komplikasi penyakit lainnya.

”Sebenarnya kita tahu diabetes adalah penyakit menahun, kronis yang sebagian besar tidak bisa sembuh, (tapi) ada yang bisa sembuh,” ujarnya saat webinar bersama Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui Kalbe Ethical Customer Care (KECC) dalam rangka memperingati Hari Diabetes Sedunia.

Baca juga: Kurangi Risiko Diabetes dan Prediabetes Saatnya Ubah Gaya Hidup

Sementara itu, dia menyebut tidak ada obat yang bisa menyembuhkan diabetes secara total dan sejauh ini hanya tersedia obat untuk menurunkan atau mengontrol kadar gula darah.

Dia menilai, edukasi kepada pasien diabetes sangat penting dilakukan. Sebab jika mereka tidak memahami penyakitnya, maka berisiko terjadinya komplikasi di seluruh pembuluh darah, misalnya pada otak, jantung, tungkai, mata, serta ginjal. ”Jadi usaha kita adalah menurunkan kadar gula darah agar mencapai target, agar tidak terjadi komplikasi, bukan menyembuhkan,” tandasnya.

Menurut Sidartawan, penting untuk menyadari apakah kita memiliki faktor risiko diabetes atau tidak. Jika telah mengetahui faktor risikonya maka skrining dini perlu dilakukan, yakni dengan periksa kadar gula darah secara rutin.

Faktor risiko diabetes diantaranya, keturunan. Keturunan menjadi faktor risiko utama diabetes. Jika dalam keluarga ada yang memiliki riwayat diabetes, maka anggota keluarga yang lain berpotensi terkena diabetes. Sebab pada diabetes tipe-2, 90 persen diakibatkan oleh garis keturunan.

Kemudian, Obesitas atau kelebihan berat badan. Gaya hidup yang tidak sehat. Hipertensi dan Kolesterol tinggi. ”Kalau makin banyak risiko, maka makin mungkin terjadi diabetes. Oleh karena itu, kapan kita tau itu diabetes? Periksa kadar gula darah. Skrining itu penting, kapan diskriningnya? Kalau ada risiko. Jadi jangan tunggu ada gejala,” tukasnya.

Dikesempatan yang sama, Dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal-hipertensi, dr Tunggul D Situmorang, SpPD-KGH, FINASIM, mengungkapkan, banyak pasien diabetes takut mengonsumsi obat, karena beranggapan bisa menyebabkan komplikasi penyakit ginjal.

Padahal menurutnya, yang merusak fungsi ginjal itu sendiri adalah gula darah yang tidak terkontrol. ”Data dari Indonesian renal registry yang kami catat pada setiap tahunnya, di situ terlihat sebenernya penyebab utama gagal ginjal bahkan sampai cuci darah adalah hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol,” ujar Tunggul.

Baca juga: GIIAS 2021, Mitsubishi Fuso Komitmen Perkuat Posisi Pemimpin Pasar

Lebih lanjut, dia menuturkan, sebanyak dua dari tiga pasien yang harus cuci darah disebabkan karena diabetes dan hipertensi yang tidak ditangani dengan baik. Artinya, jika hipertensi dan gula darah dikendalikan dengan baik, maka gagal ginjal bisa dicegah.

Saat ini sudah ada pemeriksaan sangat dini, yang dapat dilakukan meski gejala komplikasi belum muncul. Umumnya dokter akan menanyakan kondisi urine pasien, apakah berbusa atau tidak. ”Kalau (urine) sudah berbusa sebenernya sudah irreversible, artinya sudah progresif dan yang bisa dilakukan hanya memperlambat. Tetapi sebelum itu, sudah ada pemeriksaan urine sederhana yang bisa diketahui, yaitu disebut mikroalbuminuria,” paparnya.

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah komplikasi akibat diabetes, meliputi mengelola kadar kolesterol, kadar gula darah, tekanan darah, dan berat badan. ”Saat sudah mengetahui bahwa Anda memiliki faktor risiko, maka segera lakukan pemeriksaan kesehatan, baik pada gula darah atau ginjal,” kata Tunggul.

Selain itu, kemungkinan gula darah yang tinggi dapat dikendalikan sesuai dengan tahapannya. Namun, jika tidak terkendali dengan baik, bisa merusak organ lain misalnya pada ginjal, risiko stroke, gangguan pada mata, dan lain-lain.

Namun, perlu dicatat bahwa pada tahap awal gejala muncul, belum bisa diartikan fungsi ginjal sudah rusak.

Tetapi jika fungsi ginjal sudah terganggu, maka salah satu yang penting selain menurunkan gula darah adalah pengendalian diet atau pola makan, khususnya dalam membatasi asupan protein. ”Dengan diet protein, pengendalian risiko faktor hipertensi, pengendalian diabetes diharapkan membuatnya tidak progresif. Dan harus dievaluasi secara berkala,” ujarnya.

Sebenarnya, pada penderita diabetes yang terkontrol, dikatakan dr. Sidartawan semua jenis makanan bisa dikonsumsi, dengan catatan porsi makanan yang dikonsumsi harus sesuai aturan. Selain itu, aktivitas fisik seperti olahraga juga direkomendasikan oleh dokter Sidartawan.

Roy Priady , selaku Group Marketing Head dari PT Kalbe Farma Tbk. Menyampaikan, pihaknya terus mengadakan rangkaian program edukasi
baik melalui platform radio, webinar hingga media sosial seperti Instagram dan facebook sepanjang bulan November ini. ”Kami ingin menginformasikan bahwa diabetes adalah penyakit yang dapat dikontrol, dan penurunan fungsi ginjal dapat diperlambat dengan pol),” katanya. (any)

Tags: diabetesindoposonline
Previous Post

Kombinasi Passion Flower dan Valerian pada Antangin Good Night dapat Membantu Meningkatkan Kualitas Tidur

Next Post

Hoaks Informasi Kesehatan Masih Marak, Hati-hati Berpotensi Bahayakan Kesehatan Anak

redaksi -

redaksi -

Related Posts

Dalam Sepekan Aliran Modal Asing Guyur Indonesia hingga Rp1,97 Triliun
Ekonomi

BI: Ekonomi Global Masih Lesu, Inflasi 4,6 Persen

21 Oktober 2026 19:07
Berikut Jadwal Pemilu dan Pilkada 2024
Megapolitan

Puluhan Aduan Sangketa Pilkades di Bekasi Diproses

21 Oktober 2026 18:41
Prakiraan Cuaca Bekasi Selasa 3 Februari: Sebagian Besar Berawan
Megapolitan

Prakiraan Cuaca Bekasi 15 Oktober 2026, Suhu Panas

15 Oktober 2026 08:37
Megapolitan

Opsen PKB Berubah, Kabupaten Bekasi Terancam Kehilangan Rp62,4 Miliar

12 Oktober 2026 11:06
Megapolitan

Perampokan Brutal di Cikarang, Wanita 42 Tahun Diserang 

8 Oktober 2026 09:43
Vonis Ade Kuswara Kunang Inkrah, Kursi Bupati Bekasi Berganti
Megapolitan

Vonis Ade Kuswara Kunang Inkrah, Kursi Bupati Bekasi Berganti

5 Oktober 2026 09:56
Next Post

Hoaks Informasi Kesehatan Masih Marak, Hati-hati Berpotensi Bahayakan Kesehatan Anak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Dua Parfum Baru dari Braven, Bikin Pria Makin Percaya Diri

16 Juli 2024 17:40

Baru Buka di Pondok Indah Mall 1, Main Asik di Kidzlandia Yuk!

11 Februari 2023 13:30

Pameran Indonesia Asean Stationery & Gift Expo Siap Digelar di Jiexpo

5 September 2024 00:00

Pemilu 2024, Novel Siap Menangkan Partai Golkar

17 Januari 2023 16:19
Air Kali Bekasi Tercemar, Berikut Imbauan PDAM Bekasi

Bekasi Telusuri Dugaan Sumber Pencemaran Kali Bekasi dari Perbatasan Bogor

2
Mantan Direksi BUMD di Bekasi Ditahan

Mantan Direksi BUMD di Bekasi Ditahan

2
Israel Siapkan Serangan Malam, Hamas Siaga Tingkat Tinggi

Hamas Klaim Mampu Hancurkan Tel Aviv dengan 130 Rudal Per Menit

1

Ingin Wajah Bebas Flek? Ini 3 Tips Paling Efektif yang Harus Dicoba

1
Dalam Sepekan Aliran Modal Asing Guyur Indonesia hingga Rp1,97 Triliun

BI: Ekonomi Global Masih Lesu, Inflasi 4,6 Persen

21 Oktober 2026 19:07
Berikut Jadwal Pemilu dan Pilkada 2024

Puluhan Aduan Sangketa Pilkades di Bekasi Diproses

21 Oktober 2026 18:41
Prakiraan Cuaca Bekasi Selasa 3 Februari: Sebagian Besar Berawan

Prakiraan Cuaca Bekasi 15 Oktober 2026, Suhu Panas

15 Oktober 2026 08:37

Opsen PKB Berubah, Kabupaten Bekasi Terancam Kehilangan Rp62,4 Miliar

12 Oktober 2026 11:06

Beritaa Terkini

Dalam Sepekan Aliran Modal Asing Guyur Indonesia hingga Rp1,97 Triliun

BI: Ekonomi Global Masih Lesu, Inflasi 4,6 Persen

21 Oktober 2026 19:07
Berikut Jadwal Pemilu dan Pilkada 2024

Puluhan Aduan Sangketa Pilkades di Bekasi Diproses

21 Oktober 2026 18:41
Prakiraan Cuaca Bekasi Selasa 3 Februari: Sebagian Besar Berawan

Prakiraan Cuaca Bekasi 15 Oktober 2026, Suhu Panas

15 Oktober 2026 08:37

Opsen PKB Berubah, Kabupaten Bekasi Terancam Kehilangan Rp62,4 Miliar

12 Oktober 2026 11:06
INDOPOS ONLINE

Follow Us

  • Baranda
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Internasional
  • Video
  • Bekasi
  • Redaksi

© 2023 indoposonline.com

No Result
View All Result
  • Baranda
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Internasional
  • Video
    • Instagram
  • Bekasi
  • Redaksi

© 2023 indoposonline.com