• Blog
  • Contacts Us
  • Home
    • Home
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • INDOPOS ONLINE
  • Instagram
  • My Bookmarks
  • Redaksi
  • Sample Page
INDOPOS ONLINE
  • Baranda
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Internasional
  • Video
    • Instagram
  • Bekasi
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Baranda
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Internasional
  • Video
    • Instagram
  • Bekasi
  • Redaksi
No Result
View All Result
INDOPOS ONLINE
No Result
View All Result
Home Megapolitan

YAICI, PP Aisyiyah dan PP Muslimat NU Luncurkan Buku Mengenai Bahaya Kental Manis

redaksi - by redaksi -
25 Februari 2022 20:40
in news
0

FOTO Ist

14
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Yayasan Abhipraya Insan Cendekia (YAICI) mengadakan launching dan bedah buku yang berjudul “Masa Depan Anak Indonesia Terganggu Susu Kental Manis”.  Hadir dalam acara tersebut antara lain:  Arif Hidayat, S.E., MM, Ketua Harian YAICI, Dr Tria Astika EP, S.K.M., M.K.M peneliti PP Aisyiah, dr. Handrawan Nadesul, dokter sekaligus penyair dan penulis serta Maman Suherman, seorang pegiat literasi sebagai pembicara dalam acara kali ini.

Diharapkan, buku ini dapat membuka wawasan dan pengetahuan semua kalangan dan menjadi acuan bagi seluruh pihak, pemerintah sebagai pemangku kebijakan, akademisi serta masyarakat dalam melihat persoalan gizi dan kebiasaan konsumsi kental manis oleh anak. ”Dan masyarakat harus menyadari bahwa masa depan anak sebagai generasi penerus bangsa harus sama-sama kita kawal dan jaga dengan meningkatkan pengetahuan orang tua tentang gizi,” ujar Ketua Harian YAICI Arif Hidayat di Jakarta, Jumat (25/2/2022).

Baca juga: YAICI Lanjutkan Edukasi Gizi Memperbaiki Pola Makan Balita Lewat Program G21H

Arif mengatakan, penulisan buku tersebut berangkat dari hasil penelitian yang dilakukan YAICI bersama para mitra di beberapa daerah di Indonesia. Berdasarkan temuan YAICI di lapangan, Arif mengungkapkan pemahaman masyarakat mengenai gizi di Indonesia sangat mengkhawatirkan. Hal itu terlihat dari bagaimana persepsi masyarakat mengenai susu kental manis. Dari temuan di 5 Provinsi di Indonesia yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Maluku dan NTT didapati angka yang cukup tinggi yaitu sebanyak 28,96% masyarakat mengatakan bahwa SKM adalah susu pertumbuhan.

”Bahkan sebanyak 16,79% ibu memberikan kental manis untuk anak setiap hari. Padahal, fakta menyebutkan SKM tidak lah sama dengan susu dan tidak dpat mendukung tumbuh kembang kesehatan anak. Hal ini dibuktikan dengan fakta bahwa kandungan gula SKM sangatlah tinggi yaitu 51% – 56% dengan kandungan lemak SKM berkisar 43% – 48% yang artinya produk SKM ini dapat dikategorikan sebagai bukan susu melainkan pemanis dengan perisa susu,” tukasnya.

Baca juga: BPOM Larang SKM Diseduh

Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah, Dra Chairunnisa, M.Kes mengatakan, mengapa masyarakat masih mengonsumsi kental manis, karena kental manis cepat mudah terjangkau di dapat di pelosok-pelosok dan murah. ”Hal ini ada korelasi dengan penelitian kami Salah persepsi SKM dikonsumsi oleh masyarakat,” tandasnya.

Dr. Tria Astika EP, S.K.M., M.K.M peneliti dari PP Aisyiah mengatakan dampak konsumsi kental manis tidak hanya stunting, anak juga terkena anemia, secara kognitif, Tria berharap dengan terbitnya buku ini, akan memberikan informasi, intervensi yang diberikan ini sudah benar atau belum.

dr. Handrawan Nadesul, dokter sekaligus penyair dan penulis mengatakan, buku ini merupakan legitimasi betapa masyarakat tidak tahu dan tidak paham tentang gizi. Jadi tidak heran masih banyak anak dan balita mengkonsumsi susu kental manis. Padahal, ini yang mengakibatkan anak tidak cukup gizi, karena proteinnya rendah. ”Dua tahun pertama adalah usia emas, kecerdasan dan masa depan anak ditentukan oleh dua tahun pertama ini. Karena itu jangan di sia-siakan,” ungkapnya.

Maman Suherman selaku pegiat literasi mengatakan mengapresiasi kepada YAICI yang telah berjuang. Menurutnya, masalah minat baca di Indonesia bukan hanya tidak suka membaca. ”Bukan masalah Indonesia yang tidak suka baca. Persoalannya adalah jauhnya akses ke baca. Masyarakat bisa membaca, tapi persoalannya paham nggak denga napa yang  dibaca? Ini yang menjadi persoalan literasi. Sebagai contoh, susu kental manis sudah jelas tertara kandungan gula tinggi dan protein rendah, tapi tetap disebut susu dan diberikan untuk anak. Di supermarket tetap di taruh di rak susu, in ikan menandakan kita tidak paham dengan apa yang kita baca,” katanya. (any)

Tags: indoposindoposonlineYaici
Previous Post

Merck dan BKKBN Umumkan Kolaborasi untuk Dukung Percepatan Penanggulangan Stunting di Indonesia

Next Post

Pemkot Bekasi dan Moratelindo Teken Kerjasama Penyediaan Infrastruktur

redaksi -

redaksi -

Related Posts

Duta Besar RI untuk Filipina Agus Widjojo Tutup Usia di RSPAD
Nasional

Duta Besar RI untuk Filipina Agus Widjojo Tutup Usia di RSPAD

9 Februari 2026 11:30
Trump Isyaratkan Tekanan ke Iran, Dorong Aksi Massa Ambil Alih Institusi Negara
World

Trump Isyaratkan Tekanan ke Iran, Dorong Aksi Massa Ambil Alih Institusi Negara

14 Januari 2026 11:41
Kim Jong Un Kirim ‘Aset Khusus’ Buat Lawan AS-Korsel

Kim Jong Un Kirim ‘Aset Khusus’ Buat Lawan AS-Korsel

6 Oktober 2025 17:35
Ekonomi

Sejumlah Tokoh Tenangkan Nasabah Bank DKI, Dana Aman

18 April 2025 17:37
Megapolitan

Blissful Ramadan: barenbliss Gelar Buka Puasa Bersama di 3 Kota dan Bagikan Ribuan Bingkisan Lebaran

11 Maret 2025 20:40
World

Perang Siber Semakin Nyata: China, Iran, dan Korea Utara dalam Lintasan Konflik Digital

7 Maret 2025 18:07
Next Post

Pemkot Bekasi dan Moratelindo Teken Kerjasama Penyediaan Infrastruktur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Baru Buka di Pondok Indah Mall 1, Main Asik di Kidzlandia Yuk!

11 Februari 2023 13:30

Pameran Indonesia Asean Stationery & Gift Expo Siap Digelar di Jiexpo

5 September 2024 00:00

Dua Parfum Baru dari Braven, Bikin Pria Makin Percaya Diri

16 Juli 2024 17:40

Pemilu 2024, Novel Siap Menangkan Partai Golkar

17 Januari 2023 16:19
Ribuan Warga Tamansari Kehilangan Tempat Tinggal

Rumah Ludes Terbakar, Lansia Tewas Terpanggang

0
Istri Terduga Teroris Diamankan Densus 88 di Bandung

Istri Terduga Teroris Diamankan Densus 88 di Bandung

0
23 Orang Terduga Teroris Diamankan Terkait Bom Makassar

Penyidikan di Tingkat Polsek Dihentikan, Begini Kata Mabes Polri

0
Akankah Kurikulum Agama di Kampus Diubah, Begini Penjelasan PBNU

Akankah Kurikulum Agama di Kampus Diubah, Begini Penjelasan PBNU

0
Ribuan Warga Tamansari Kehilangan Tempat Tinggal

Rumah Ludes Terbakar, Lansia Tewas Terpanggang

15 April 2026 19:48
Prakiraan Cuaca Bekasi Selasa 3 Februari: Sebagian Besar Berawan

Prakiraan Cuaca Bekasi 13 April, Berawan hingga Sore Berpotensi Hujan

13 April 2026 09:41

Wanita di Bekasi Ditemukan Tewas, Lehernya Digorok

10 April 2026 10:01
Alarm BMKG, Waspada Hujan Lebat Selama Libur Natal dan Tahun Baru 2026

Prakiraan Cuaca Bekasi 9 April, Berawan dan Berpotensi Hujan

9 April 2026 09:46

Beritaa Terkini

Ribuan Warga Tamansari Kehilangan Tempat Tinggal

Rumah Ludes Terbakar, Lansia Tewas Terpanggang

15 April 2026 19:48
Prakiraan Cuaca Bekasi Selasa 3 Februari: Sebagian Besar Berawan

Prakiraan Cuaca Bekasi 13 April, Berawan hingga Sore Berpotensi Hujan

13 April 2026 09:41

Wanita di Bekasi Ditemukan Tewas, Lehernya Digorok

10 April 2026 10:01
Alarm BMKG, Waspada Hujan Lebat Selama Libur Natal dan Tahun Baru 2026

Prakiraan Cuaca Bekasi 9 April, Berawan dan Berpotensi Hujan

9 April 2026 09:46
INDOPOS ONLINE

Follow Us

  • Baranda
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Internasional
  • Video
  • Bekasi
  • Redaksi

© 2023 indoposonline.com

No Result
View All Result
  • Baranda
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Internasional
  • Video
    • Instagram
  • Bekasi
  • Redaksi

© 2023 indoposonline.com