Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran pada Februari 2021 sekitar 8,75 juta jiwa. Angka ini mengalami peningkatan 1,82 juta atau 26,26 persen bila dibandingkan pada Februari 2020 sekitar 6,93 juta.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, meski begitu, diperbandingkan dengan periode telah berlangsungnya COVID-19, angka ini turun 1,02 juta orang atau 10,44 persen dari catatan yang dilaksanakan pada Agustus 2020. Pada waktu itu jumlah pengangguran sampai 9,77 juta.
Baca juga: Anies Pertimbangkan Salat Idul Fitri di Area Terbuka
“Karena ada COVID, jumlah pengangguran naik di Agustus 2020 adalah 9,77 juta, di Februari ini telah ada pembaruan tetapi belum ful recover hingga jumlah pengangguran di 8,75 juta,” katanya saat pertemuan jurnalis, Rabu, 5 Mei 2021.
Dengan 8,75 juta orang pengangguran ini, karena itu formasi angkatan kerja pada Februari 2021 disebutkan Suhariyanto terjadi sekitar 139,81 juta, karena 131,06 juta orang bekerja. Jumlah angkatan kerja ini menyusut 410 ribu orang dari catatan Februari 2020.
Baca juga: Konser Musik Cibis Park yang Dibubarkan Satpol PP
Adapun warga umur kerja pada Februari 2021 sekitar 205,36 juta orang, naik 2,76 juta orang dibandingkan Februari 2020 dan naik 1,39 juta orang dibandingkan Agustus 2020. Sebagian besar penduduk usia kerja merupakan angkatan kerja yakni 139,81 juta orang.
Bila dirinci lebih jauh penduduk bekerja alami pengurangan 2,23 juta dan pengangguran bertambah 1,82 juta periode Februari 2020 ke Februari 2021. Saat itu, jika diperbandingkan keadaan Agustus 2020 warga bekerja naik 2,61 juta dan pengangguran turun 1,02 juta.
“Jadi jika disaksikan dari Februari 2020 ke Februari 2021 ada tambahan pengangguran 1,82 juta tetapi harus diingat pada Februari 2020 lalu COVID tidak ada sementara saat ini kita masih dibayang-bayangi-bayangi,” tuturnya.
Di lain sisi, Suhariyanto mengutarakan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2021 sejumlah 6,26 persen, turun 0,81 persen point diperbandingkan dengan Agustus 2020. Sedang dibandingkan Februari 2020 naik 1,32 persen point.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebagai tanda yang dipakai untuk menghitung tenaga kerja yang tidak teresap oleh pasar kerja dan memvisualisasikan kurang termanfaatkannya suplai tenaga kerja.
Dengan begitu, TPT hasil Survey Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2021 disebutkannya sejumlah 6,26 persen. Ini memiliki arti dari 100 orang angkatan kerja, ada seputar enam orang penganggur. (cuy)


















