Jakarta – PT Pertamina (Persero) telah membentuk PT Pertamina International Shipping (PIS) sebagai subholding shipping untuk layanan logistik kelautan terintegrasi. Ini merupakan subholding pertama Pertamina sejak melakukan restrukturisasi pada Juni 2020. Langkah Pertamina ini bertujuan memperkuat posisi PIS di industri energi dari sisi kelautan dan logistik.
Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PT PIS M. Ferry Bagdja mengatakan, PIS siap menjembatani urat nadi Indonesia dalam bentuk marine logistics. ”PT PIS merupakan salah satu subholding yang ada di Pertamina. PIS sebagai marine logistics yang berperan menjembatani atau mengalirkan seluruh urat nadinya Indonesia,” ujarnya dalam Safari Ramadhan virtual di Jakarta, Rabu (05/05/2021).
Menurut Ferry, logistics itu artinya port to port, dan PIS menyambungkan titik-titik nadi tersebut dalam bentuk marine logistics. ”Kalau pemerintah Indonesia mempercayakan PT PIS sebagai urat nadi atau port to port systems yang ada di Indonesia, maka yang harus kita lakukan adalah dengan berbakti kepada nusa dan bangsa. Kita harus siap untuk memberikan yang terbaik bagi PT Pertamina International Shipping,” tandasnya.
Baca juga: Studi Visa: Masyarakat Indonesia Terus Minati e-Commerce
PT Pertamina International Shipping adalah subholding PT Pertamina (Persero) yang dibentuk sebagai perusahaan pelayaran internasional dengan visi “Perusahaan pelayaran terkemuka di Asia, memperjuangkan pembangunan ekonomi Indonesia”.
Dengan tujuan menjadi perusahaan yang tumbuh dan berkembang maka dibentuklah rencana jangka panjang perusahaan sebagai roadmap atau arah manajemen PT PIS dalam menjalankan bisnisnya.
Sebelumnya Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Rabu, meresmikan PIS sebagai subholding PT Pertamina (Persero). Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, peresmian ini menjadi langkah awal bagi PT PIS untuk terus memperkuat posisinya di industri energi dari sisi marine dan logistik.
Erick pun menyampaikan, perusahaan akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini melalui penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). Namun untuk detailnya, pihaknya akan terlebih dahulu melihat performa atau corporate action yang dilakukan PIS. Termasuk dengan upaya transformasi yang tengah dimulai dengan menjadikan PIS sebagai perusahaan terintegrasi dengan menjalankan bisnis logistik serta storage ports. ”Ini kan ada banyak, ada swasta, BUMN tentu window-nya pada saat yang tepat, tapi InsyaAllah tahun ini,” tukasnya.
Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) ini mengatakan untuk melakukan go publik tentu harus berkordinasi dengan berbagai pihak.
Baca juga: Keren! Fitur Microlens di OPPO Find X3 Pro Mampu Memotret Detil Layaknya Mikroskop
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury mengatakan dengan adanya transformasi bisnis ini akan menjadikan nilai atau valuasi PIS meningkat hingga 10 kali lipat. ”Biasanya dasar valuasi 6-7. Kita berharap mencapai 9-10 kalinya karena bisnisnya berubah. Nanti aset-aset storage, ports yang akan menaikkan stabilitas cashflow,” jelasnya.
Sementara itu Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, langkah strategis tersebut merupakan bagian dari rencana Pertamina untuk mengintegrasikan bisnis dari PT PIS yang nantinya tidak hanya mengelola kapal-kapal tetapi juga sampai pada bisnis marine dan logistik.
Nicke juga berharap dengan terintegrasinya layanan shipping, marine dan logistic di bawah PT PIS akan memperkuat posisinya di sektor maritim melalui sinergi aset dan layanan di masa depan sehingga PT PIS dapat lebih berkembang dalam skala nasional maupun global serta menjalankan bisnisnya dalam rangka menunjang penggunaan green energy. (any)




















