• Blog
  • Contacts Us
  • Home
    • Home
  • Home 2
  • Home 3
  • Home 4
  • INDOPOS ONLINE
  • Instagram
  • My Bookmarks
  • Redaksi
  • Sample Page
INDOPOS ONLINE
  • Baranda
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Internasional
  • Video
    • Instagram
  • Bekasi
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Baranda
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Internasional
  • Video
    • Instagram
  • Bekasi
  • Redaksi
No Result
View All Result
INDOPOS ONLINE
No Result
View All Result
Home Megapolitan

Diduga Dikriminalisasi, Wanita Ini Minta Keadilan dari Kapolri

redaksi - by redaksi -
18 Februari 2022 18:57
in Headline, Megapolitan
0

FOTO Ist

16
SHARES
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Nasib nahas dialami seorang wanita bernama Lisa Tjandra (50). Ia harus merasakan dinginnya penjara akibat perbuatan yang tidak terbukti dilakukannya.

Perempuan beranak satu itu harus mendekam selama 4 bulan penjara atas tuduhan illegal access yang akhirnya dibebaskan lantaran tidak terbukti melakukannya.

Kasus ini bermula ketika para pejabat di tempat Lisa Tjandra bekerja mengalami perselisihan. Di mana inisial RBS yang merupakan Direktur Utama  PT PBR dan YY, Komisaris Utama PT PBR berselisih dengan komisaris lainnya.

Baca juga: Penyebaran COVID-19 di Sekolah Depok Rawan

Konflik tersebut terjadi saat ketiga komisaris meminta laporan keuangan kepada RBS dan YY. Namun, laporan keuangan tersebut diduga direkayasa oleh RBS dan YY.

Lantaran tidak percaya dengan laporan keuangan tersebut, ketiga komisaris lainnya pun meminta laporan keuangan asli dari Lisa Tjandra. Lisa pun memberikan laporan keuangan asli.

“Lisa memberikan laporan keuangan asli lantaran merasa tiga orang tersebut adalah komisaris PT PBR yang juga berhak mengetahui isi dari laporan keuangan asli. Sebab, jika tidak menyerahkan laporan keuangan yang asli, Lisa dianggap bersekongkol atau turut serta dalam penggelapan yang diduga dilakukan oleh RBS dan YY,” kata kuasa hukum dari Lisa Tjandra, Yoseph Luturyali dari Ramanda Law Office, saat memberikan keterangannya, di kawasan Kebayoran baru-baru ini.

Dari laporan tersebut terungkap bahwa RBS dan YY telah melakukan manipulasi data keuangan. Alhasil, ketiga komisaris tersebut melaporkan RBS dan YY atas dugaan tuduhan penggelapan dana perusahaan.

“Klien kami beberapa kali dipanggil penyidik untuk menjadi saksi di kasus ini. Klien kami pun memberikan keterangan yang sebenar-benarnya,” ucap Yoseph.

Amanda Manthovani, yang juga kuasa hukum Lisa Tjandra menambahkan, bahwa Lisa merasa ditekan atau didikte terkait kasus pelaporan ini.

“Jadi dari sisi RBS klien kami ditekan agar memberikan keterangan untuk kepentingan hukum RBS dan YY, RBS juga memanggil penyidik ke kantor dan melakukan BAP terhadap klien kami. Dari sisi komisaris secara mendadak mendatangi rumah klien kami dengan mengajak penyidik Pidum dan kuasa hukum dari komisaris melakukan BAP terhadap klien kami “ kata Amanda yang juga merasa aneh.

Kasus kriminalisasi yang terjadi oleh Lisa Tjandra ini, diawali atas keterangannya di hadapan penyidik, RBS dan YY pun marah dengan Lisa Tjandra. Akhirnya, RBS dan YY melaporkan Lisa Tjandra ke Mabes Polri atas tuduhan illegal acces melalui unit Cyber Crime.

“Tanpa prosedur, klien kami langsung ditahan oleh pihak kepolisian. Klien kami diperiksa dari jam 3 pagi sampai 3 sore, dan langsung ditahan selama 4 bulan, dan tanpa didampingi kuasa hukum,” tutur Amanda.

Lisa Tjandra dibebaskan oleh penyidik setelah tidak menemukan cukup bukti atas tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Lisa pun menghirup udara bebas setelah selama 120 hari dikurung di unit Cyber Mabes Polri.

Baca juga: Atasi Permasalahan Kulit Kering dengan Centella Asiatica

“Tuduhan illegal acces yang dialamatkan ke klien kami tidak terbukti. Sebab, klien kami tidak pernah menyebarkan permasalahan ini di dunia maya. Tapi yang kami permasalahkan adalah kenapa klien kami langsung ditahan bahkan sampai 120 hari padahal kurang bukti bahkan SP2HP dan SPDP tidak pernah kami terima ucap,” Amanda.

Dia, menilai SP3 yang dikeluarkan penyidik cyber dan pidum Mabes Polri cacat hukum lantaran dasar dikeluarkan SP3 adalah perdamaian. “Ini tidak sesuai dengan KUHP dan KUHAP bahwa perdamaian tidak dapat serta merta menggugurkan pidananya,” ucap AmandA.

Alhasil, Lisa Tjandra pun melakukan laporan balik RBS dan YY atas tuduhan laporan palsu ke pihak kepolisian.

“Kita telah melakukan langkah hukum untuk menjerat RBS dan YY. kita melaporkan balik RBS dan YY atas tuduhan laporan palsu. Saat ini laporan kami sudah dalam proses,” ucap Matheus Ramses yang juga kuasa hukum Lisa Tjandra.

Lisa Tjandra bersama dengan tim kuasa hukumnya kemudian melaporkan kasus itu dengan Nomor LP/2779/V/YAN.2.5/2021/SPKT PMJ Tanggal 31 Mei 2021, dengan terlapor atas nama RBS dengan isi laporan perkara Membuat Laporan Palsu terhadap Lisa Tjandra.

“Dan saat ini disposisi turun di Polres Metro Jakarta Selatan dan sudah ditindaklanjuti oleh penyidik dalam penanganan perkaranya, dan sudah diminta keterangannya baik saksi korban maupun saksi lainnya sebagai pendukung, dan saat ini kewenangan penyidik untuk melakukan pemanggilan kepada terlapor,” kata Ramses.

Ramses mengungkapkan, perkara tersebut sudah dilaporkan sejak 7 bulan yang lalu namun setelah dilakukan pemanggilan saksi.

Pihaknya pun mempertanyakan, sebab sampai dengan saat ini hampir 2 bulan masih menunggu salinan SP2HP dari penyidik kepada pihak kuasa hukum Lisa Tjandra untuk mengetahui kemajuan atau progres penanganan kasus tersebut.

Pada kesempatan itu, Lisa Tjandra pun mengungkapkan tuntutannya terhadap kasus yang dialaminya.

“Saya hanya minta keadilan hukum. Sebab, saya dipenjara tanpa bukti dan membuat mental saya terganggu. Tidak hanya itu, saya juga sampai saat ini di-PHK tanpa ada alasan yang jelas dan tanpa kepastian akan diberikan pesangon selama saya bekerja 24 tahun,” ucap Lisa.

Sementara itu kuasa hukum Lisa Tjandra menambahkan, bahwa Ramanda Low Office menyatakan akan terus mendampingi dalam berupaya hukum untuk memperjuangkan hak-hak kliennya sesuai KUHAP dan koridor hukum yang berlaku.

“Kami meminta Kapolri agar mengambil sikap dan langkah cepat untuk melakukan tindak lanjut terhadap kasus yang dialami Lisa Tjandra sesuai dengan program Presisi Kapolri,” ujar Amanda. (ana)

Tags: indoposindoposonlinekapolri
Previous Post

OPPO Akan Kenalkan Teknologi Inovasi dan Produk Baru dalam MWC Barcelona 2022

Next Post

ManCity Keok Dikandang Sendiri

redaksi -

redaksi -

Related Posts

Dalam Sepekan Aliran Modal Asing Guyur Indonesia hingga Rp1,97 Triliun
Ekonomi

BI: Ekonomi Global Masih Lesu, Inflasi 4,6 Persen

21 Oktober 2026 19:07
Berikut Jadwal Pemilu dan Pilkada 2024
Megapolitan

Puluhan Aduan Sangketa Pilkades di Bekasi Diproses

21 Oktober 2026 18:41
Prakiraan Cuaca Bekasi Selasa 3 Februari: Sebagian Besar Berawan
Megapolitan

Prakiraan Cuaca Bekasi 15 Oktober 2026, Suhu Panas

15 Oktober 2026 08:37
Megapolitan

Opsen PKB Berubah, Kabupaten Bekasi Terancam Kehilangan Rp62,4 Miliar

12 Oktober 2026 11:06
Megapolitan

Perampokan Brutal di Cikarang, Wanita 42 Tahun Diserang 

8 Oktober 2026 09:43
Vonis Ade Kuswara Kunang Inkrah, Kursi Bupati Bekasi Berganti
Megapolitan

Vonis Ade Kuswara Kunang Inkrah, Kursi Bupati Bekasi Berganti

5 Oktober 2026 09:56
Next Post
Tundukan Spurs, ManCity Juara Piala Liga Inggris 2021

ManCity Keok Dikandang Sendiri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest

Dua Parfum Baru dari Braven, Bikin Pria Makin Percaya Diri

16 Juli 2024 17:40

Baru Buka di Pondok Indah Mall 1, Main Asik di Kidzlandia Yuk!

11 Februari 2023 13:30

Pameran Indonesia Asean Stationery & Gift Expo Siap Digelar di Jiexpo

5 September 2024 00:00

Pemilu 2024, Novel Siap Menangkan Partai Golkar

17 Januari 2023 16:19
Air Kali Bekasi Tercemar, Berikut Imbauan PDAM Bekasi

Bekasi Telusuri Dugaan Sumber Pencemaran Kali Bekasi dari Perbatasan Bogor

2
Mantan Direksi BUMD di Bekasi Ditahan

Mantan Direksi BUMD di Bekasi Ditahan

2
Israel Siapkan Serangan Malam, Hamas Siaga Tingkat Tinggi

Hamas Klaim Mampu Hancurkan Tel Aviv dengan 130 Rudal Per Menit

1

Ingin Wajah Bebas Flek? Ini 3 Tips Paling Efektif yang Harus Dicoba

1
Dalam Sepekan Aliran Modal Asing Guyur Indonesia hingga Rp1,97 Triliun

BI: Ekonomi Global Masih Lesu, Inflasi 4,6 Persen

21 Oktober 2026 19:07
Berikut Jadwal Pemilu dan Pilkada 2024

Puluhan Aduan Sangketa Pilkades di Bekasi Diproses

21 Oktober 2026 18:41
Prakiraan Cuaca Bekasi Selasa 3 Februari: Sebagian Besar Berawan

Prakiraan Cuaca Bekasi 15 Oktober 2026, Suhu Panas

15 Oktober 2026 08:37

Opsen PKB Berubah, Kabupaten Bekasi Terancam Kehilangan Rp62,4 Miliar

12 Oktober 2026 11:06

Beritaa Terkini

Dalam Sepekan Aliran Modal Asing Guyur Indonesia hingga Rp1,97 Triliun

BI: Ekonomi Global Masih Lesu, Inflasi 4,6 Persen

21 Oktober 2026 19:07
Berikut Jadwal Pemilu dan Pilkada 2024

Puluhan Aduan Sangketa Pilkades di Bekasi Diproses

21 Oktober 2026 18:41
Prakiraan Cuaca Bekasi Selasa 3 Februari: Sebagian Besar Berawan

Prakiraan Cuaca Bekasi 15 Oktober 2026, Suhu Panas

15 Oktober 2026 08:37

Opsen PKB Berubah, Kabupaten Bekasi Terancam Kehilangan Rp62,4 Miliar

12 Oktober 2026 11:06
INDOPOS ONLINE

Follow Us

  • Baranda
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Internasional
  • Video
  • Bekasi
  • Redaksi

© 2023 indoposonline.com

No Result
View All Result
  • Baranda
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Internasional
  • Video
    • Instagram
  • Bekasi
  • Redaksi

© 2023 indoposonline.com