Jakarta – Industri digital di Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa, di mana sebagian besar adalah generasi muda yang melek teknologi, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Namun, hal ini bukan tanpa tantangan.
Dalam gelaran diskusi IndoTelko Forum bertema “Sinergi Industri Digital Wujudkan Asta Cita,” para pemangku kepentingan dari sektor pemerintah, industri telekomunikasi, dan masyarakat menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
Upaya bersama ini menjadi kunci dalam mempercepat transformasi digital dan mewujudkan visi besar Indonesia sebagai kekuatan utama dalam ekonomi digital global, seiring dengan visi Indonesia Emas 2045.
Baca juga: Pemesanan 50 Unit NETA V-II untuk Armada Taksi Premium
Menegaskan Komitmen Pemerintah
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dalam pidatonya menekankan bahwa pemerintah berfokus pada penyediaan infrastruktur digital yang merata serta regulasi yang mendukung pertumbuhan sektor digital.
“Kolaborasi erat antara pemerintah, industri, dan masyarakat akan menjadi katalisator utama untuk memanfaatkan potensi ekonomi digital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Baca juga: Perangi Judi Online: Kolaborasi Pemerintah dan Swasta di Era Ekonomi Digital 5.0
Transformasi Digital untuk Pertumbuhan Ekonomi
Doni Ismanto Darwin, Pendiri IndoTelko, menggarisbawahi peran strategis sektor ekonomi digital dalam mendukung visi Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 8% dalam lima tahun mendatang. Menurutnya, sinergi lintas sektor adalah fondasi penting untuk memberdayakan UMKM, menarik investasi, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Dirgayuza Setiawan, Editor Buku Strategi Transformasi Bangsa Prabowo Subianto, menambahkan bahwa salah satu pilar utama transformasi ini adalah pendidikan berkualitas. “Kita harus mempersiapkan talenta digital dengan memperbaiki infrastruktur pendidikan dan mengirimkan siswa ke universitas terbaik dunia. Langkah ini telah sukses dilakukan oleh India dan Tiongkok,” ungkap Dirgayuza.
Ia juga mengutip Nobel Laureate 2024, Prof. James Robinson, yang menyatakan bahwa pendidikan berkualitas dan ekonomi inklusif adalah syarat mutlak bagi negara untuk maju. Hal ini menjadi relevan dalam mendorong Indonesia sebagai pemain utama di tingkat global.
Membangun Infrastruktur dan Talenta Digital
Zulfi Hadi, Marketing & Solution Director Lintasarta, menjelaskan bahwa perusahaannya berkomitmen untuk menyediakan infrastruktur modern, seperti fiber optik dan data center, guna mendukung percepatan ekonomi digital. Selain itu, Lintasarta juga meluncurkan program pelatihan Laskar AI bagi generasi muda, yang diharapkan dapat menjadi motor penggerak inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Senada dengan itu, Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, menegaskan bahwa Telkom terus memperkuat infrastruktur digital melalui integrasi layanan broadband dan pengembangan pusat data. “Kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk mewujudkan kedaulatan digital Indonesia,” ujarnya.
Wakil Direktur Utama Indosat Ooredoo Hutchison, Danny Buldansyah, menambahkan bahwa Indosat fokus pada pengembangan teknologi seperti AI dan big data. Program inovatif seperti ID Camp telah memberikan pelatihan digital kepada ribuan peserta di seluruh Indonesia, memperluas akses ke pendidikan teknologi.
Regulasi sebagai Penopang Ekosistem Digital
Selain infrastruktur dan talenta, Sigit PW Jarot dari MASTEL menekankan pentingnya regulasi yang adaptif untuk mendukung ekosistem digital yang berkelanjutan. “Regulasi harus mendorong inovasi dan kompetisi yang sehat, sehingga transformasi digital dapat memberikan manfaat maksimal bagi seluruh masyarakat,” jelasnya.
Melangkah Menuju Indonesia Digital 2045
Acara ini ditutup dengan optimisme besar dari semua pihak yang hadir. Dengan sinergi lintas sektor yang kuat, Indonesia diharapkan mampu memanfaatkan potensi teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas, menciptakan lapangan kerja, dan memperkokoh posisi di kancah global. “Kolaborasi adalah kunci untuk mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045,” pungkas Djatmiko Djati, PLT Direktur Eksekutif ATSI. (any)



















