BEKASI – Banjir kiriman dari wilayah hulu Bogor kembali merendam permukiman warga di Gang Mawar RT 08 RW 03, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Jumat dini hari, 30 Januari 2026.
Air sungai meluap sejak sekitar pukul 02.00 WIB dan menggenangi rumah-rumah warga yang berada di bantaran kali. Peningkatan debit air membuat sejumlah bangunan terdampak genangan dengan ketinggian bervariasi.
Baca juga: Perumda Tirta Bhagasasi Distribusikan Ribuan Liter Air Bersih untuk Korban Banjir
Ketua RT 08 RW 03 Kelurahan Margahayu, Ridwan, menyampaikan bahwa banjir yang terjadi merupakan dampak dari tingginya debit air kiriman dari Bogor. Ia mengatakan, banjir tidak selalu terjadi setiap pekan, namun berpotensi muncul saat curah hujan di wilayah hulu meningkat.
“Kalau debit dari Bogor naik, rumah warga yang berada di pinggir kali pasti terdampak. Ini memang banjir kiriman,” ujar Ridwan, Jumat.
Baca juga: Polisi Evakuasi 16 Kantong Jenazah Korban Longsor Cisarua
Ia menambahkan, kondisi banjir saat ini perlahan mulai surut, meski masih terdapat beberapa rumah yang tergenang air. Ketinggian air sebelumnya mencapai sekitar 50 hingga 60 sentimeter, khususnya pada rumah-rumah yang berada paling dekat dengan aliran sungai.
“Ketinggian sempat sekitar 60 sentimeter, terutama di rumah warga yang paling bawah. Sekarang sudah mulai berangsur surut,” katanya.
Ridwan juga menjelaskan, warga biasanya mendapatkan informasi dari petugas pintu air apabila terjadi peningkatan debit sungai, sehingga dapat melakukan persiapan lebih awal.
Berdasarkan pendataan sementara, banjir tersebut berdampak pada sekitar 60 kepala keluarga, dengan jumlah rumah yang terendam mencapai kurang lebih 40 bangunan.
Sebagian warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman, sementara lainnya masih bertahan di rumah masing-masing. Posko pengungsian telah disiapkan di lokasi yang lebih tinggi dan akan difungsikan apabila kondisi air kembali mengalami kenaikan. (nay)
















