JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menyiapkan langkah efisiensi penggunaan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp268 triliun. Upaya ini dilakukan sebagai respons terhadap dinamika global, terutama dampak konflik di Timur Tengah yang memengaruhi kondisi ekonomi dan energi.
Kepala BGN, Dadan Hindayana mengatakan pihaknya terlibat dalam pembahasan penyesuaian anggaran bersama pemerintah guna menyikapi situasi global yang berdampak pada sektor fiskal nasional.
“Kemarin kami ikut rapat dalam harmonisasi anggaran, menyikapi fenomena global terutama terkait energi dan efeknya terhadap ekonomi Indonesia. Dan kita sedang melakukan hitungan-hitungan agar bisa ikut berkontribusi menyikapi krisis yang ada,” ujar Dadan di Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, Selasa (17/3/2026).
Baca juga: Kolaborasi Koperasi dalam Program Makan Bergizi Gratis Perangi Stunting dan Dorong Ekonomi Rakyat
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada arahan untuk memangkas anggaran program MBG. Namun demikian, BGN tetap melakukan langkah efisiensi sebagai bentuk antisipasi terhadap tekanan global.
“Tentu saja kita harus memiliki sense of crisis dan kami sedang melakukan hal-hal yang memungkinkan penggunaan anggaran lebih efisien,” katanya.
Baca juga: Genap 16 Tahun, Summarecon Bekasi Bertransformasi Menjadi Kota Metropolitan
Menurut Dadan, fokus utama saat ini adalah mengoptimalkan anggaran yang telah tersedia agar tepat sasaran serta meminimalkan potensi penyalahgunaan. Salah satu strategi yang dilakukan adalah memaksimalkan pagu anggaran sebesar Rp268 triliun tanpa langsung mengandalkan dana cadangan.
“BGN memiliki pagu anggaran Rp268 triliun dengan dana standby Rp63 triliun. Langkah pertama yang kita lakukan adalah mengoptimalkan Rp268 triliun dan tidak menghitung yang standby ini,” jelasnya.
Selain itu, BGN juga melakukan perhitungan ulang terhadap kebutuhan riil anggaran, termasuk menyeleksi program dan kegiatan agar lebih efektif serta mampu menekan potensi pemborosan.
Sebagai informasi, pemerintah sebelumnya memastikan bahwa program prioritas seperti MBG tidak akan mengalami pemangkasan anggaran meskipun terdapat upaya efisiensi belanja negara. Langkah efisiensi akan difokuskan pada pos belanja yang dinilai kurang produktif, sehingga stabilitas fiskal tetap terjaga di tengah tekanan global. (put)















