JAKARTA – Pergerakan harga emas masih relatif stabil pada perdagangan Senin pagi, 7 September 2026. Pasar saat ini menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat pekan ini untuk melihat kemungkinan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Sebelumnya, data tenaga kerja AS mencatat kenaikan tajam jumlah lapangan kerja pada Agustus dengan tingkat pengangguran berada di 4,1 persen. Kondisi tersebut turut membuka peluang kenaikan suku bunga The Fed pada bulan ini.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga dalam pertemuan 15-16 September kini mencapai 58 persen. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menghentikan perdagangan dengan negara-negara yang mengalami surplus apabila The Fed tidak menurunkan suku bunga.
Baca juga: Meikarta Tawarkan Hunian di Koridor Timur Jakarta, Cicilan Rp1,7 Jutaan Flat hingga Lunas
Perhatian pasar tidak hanya tertuju pada inflasi AS. Sejumlah sentimen global turut menjadi perhatian, termasuk pernyataan Gubernur Bank of England Andrew Bailey mengenai meningkatnya utang publik di negara-negara maju serta penurunan penjualan emas dan perak di Perth Mint sepanjang Agustus.
Harga emas spot tercatat berada di level 4.424,40 Dolar AS per ons. Sementara itu, emas berjangka AS kontrak Desember turun 0,1 persen menjadi 4.471,60 Dolar AS per ons.
Baca juga: Anak Krakatau Erupsi, Abu Vulkanik Sampai Jakarta
Pergerakan logam mulia lainnya bervariasi. Harga perak spot stagnan di level 66,21 Dolar AS per ons, sedangkan platinum turun 0,7 persen menjadi 1.807,38 Dolar AS per ons. Harga paladium juga melemah 0,4 persen ke level 1.393 Dolar AS per ons. (put)



















Comments 1