BEKASI – Arus mudik Lebaran mulai terlihat di jalur tol. Sebanyak 42.718 kendaraan tercatat meninggalkan Jakarta melalui Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed pada H-7 Idulfitri 1447 Hijriah, Sabtu (14/3/2026). Pergerakan kendaraan mengarah ke lintasan Pantura.
Data tersebut disampaikan oleh General Manager Operasi dan Pemeliharaan PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek, Desti Anggraeni. Ia menjelaskan bahwa volume kendaraan yang keluar Jakarta meningkat signifikan dibandingkan kondisi normal.
Baca juga: Sabtu-Minggu Besok Diperkirakan Pemudik Mulai Melintas
“Volume lalu lintas kendaraan yang melintas di Ruas MBZ mulai menunjukkan peningkatan signifikan sejak Sabtu malam kemarin,” kata Desti seperti dikutip Antara.
Menurutnya, jumlah kendaraan yang melintas keluar Jakarta meningkat 41,23 persen dibandingkan lalu lintas harian normal yang biasanya berada di angka 30.247 kendaraan. Bahkan, lonjakan lalu lintas pada malam hari mencapai 196,69 persen dibandingkan kondisi di luar masa mudik.
Baca juga: Miris Pegawai Paruh Waktu di Bekasi Tak Terima THR
Sementara itu, pergerakan kendaraan dari arah sebaliknya menuju Jakarta juga mengalami peningkatan. Pada periode yang sama, tercatat sebanyak 28.710 kendaraan melaju ke arah ibu kota, atau naik 5,7 persen dari kondisi normal yang berada di angka 27.161 kendaraan.
Peningkatan volume kendaraan menuju Jakarta paling terasa pada pagi hari yang naik 22,25 persen serta malam hari sebesar 11,54 persen. Namun, pada siang hari justru terjadi penurunan lalu lintas sekitar 7,45 persen.
Menjelang puncak arus mudik Lebaran, petugas operasional JJC terus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan kondisi lalu lintas tetap terkendali.
Desti juga mengingatkan para pengguna jalan agar tetap memperhatikan standar keselamatan saat berkendara selama perjalanan mudik. “Kami mengimbau pengguna jalan tetap mematuhi aturan lalu lintas dan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima,” ujarnya. (nay)
















