CIKARANG – PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) memulai pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi yang menjadi bagian dari pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Summarecon. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kota Bekasi.
Groundbreaking ditandai dengan penekanan sirine oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Wakil Menteri Perhubungan Komjen Pol (Purn) Suntana, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, dan Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe.
Baca juga: LippoLand Hadirkan OAZE, Ekosistem Kehidupan Modern Baru di Cikarang
Director PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi, mengatakan pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi merupakan bentuk sinergi pemerintah dan swasta untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap transportasi massal yang lebih nyaman dan terintegrasi.
“Kami ingin berperan melalui kerja sama dengan pemerintah untuk meningkatkan layanan aksesibilitas masyarakat sehingga lebih mudah dan nyaman menggunakan transportasi kereta api,” ujarnya.
Baca juga: Tripatra Raih Penghargaan ‘Best Companies to Work for in Asia 2022’
Menurut Adrianto, kehadiran Stasiun Bekasi Ekstensi akan membantu mengurangi kepadatan di Stasiun Bekasi. Stasiun baru ini akan melayani penumpang dari arah barat dan selatan, sementara Stasiun Bekasi eksisting tetap melayani penumpang dari wilayah utara dan timur.
Sebelumnya, Summarecon juga telah membangun Fly Over KH Noer Ali sepanjang satu kilometer pada 2010 sebagai upaya meningkatkan konektivitas antara wilayah utara dan selatan Bekasi sekaligus mengurai kemacetan di Jalan Perjuangan.
Ditempat yang sama, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyambut baik pembangunan tersebut. Menurutnya, Stasiun Bekasi Ekstensi tidak hanya menjadi infrastruktur transportasi, tetapi juga diharapkan mendorong mobilitas masyarakat dan pengembangan kawasan sesuai konsep Transit Oriented Development (TOD).
Sementara itu, Wakil Menteri Perhubungan Komjen Pol (Purn) Suntana menilai proyek ini menjadi langkah strategis dalam pengembangan jaringan perkeretaapian. Kehadiran Stasiun Bekasi Ekstensi diharapkan mampu meningkatkan kapasitas layanan Commuter Line maupun kereta api jarak jauh, sekaligus memperkuat integrasi antarmoda dengan standar pelayanan yang lebih baik. (nay)



















