BEKASI – Warga Kota Bekasi diminta waspada terhadap potensi kenaikan harga sayuran akibat cuaca ekstrem yang masih terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini dinilai berdampak langsung terhadap kualitas hasil panen di sejumlah daerah pemasok.
Analis Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi, Eko Wijatmiko, mengatakan bahwa perubahan cuaca yang tidak menentu berpengaruh terhadap produksi sayuran, sehingga memicu kenaikan harga di pasaran.
“Cuaca ekstrem sangat memengaruhi kualitas sayuran, sehingga ada potensi harga mengalami kenaikan,” kata Eko.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Bekasi 3 April, Berpotensi Hujan Ringan
Ia menyebutkan, saat ini harga kentang mulai mengalami kenaikan dan telah mencapai Rp20 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut diperkirakan akan diikuti oleh komoditas sayuran lainnya jika kondisi cuaca tidak membaik.
“Untuk sementara kentang yang sudah naik ke kisaran Rp20 ribu per kilogram,” ujarnya.
Sementara itu, harga cabai rawit merah masih berada pada level tinggi, yakni berkisar antara Rp65 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram. Angka ini jauh di atas harga acuan penjualan yang berada di kisaran Rp45 ribu per kilogram.
Baca juga: Ratusan Calon Haji asal Bekasi Masuk Asrama
Menurut Eko, tingginya harga cabai rawit saat ini bukan disebabkan oleh gangguan pasokan dari daerah penghasil, melainkan karena meningkatnya permintaan pasar pasca Lebaran.
“Permintaan kembali meningkat karena aktivitas restoran dan warung makan sudah normal lagi setelah Lebaran,” jelasnya.
Diketahui, sepanjang April 2026 wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi beberapa kali dilanda cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang. Kondisi tersebut bahkan menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik. (nay)


















