DUNIA – Iran dan Oman mencapai kesepakatan mengenai rincian rute baru untuk jalur masuk dan keluar kapal melalui Selat Hormuz. Rencana tersebut akan disampaikan kepada negara-negara Teluk dalam pertemuan regional yang digelar di Muscat, Oman, Senin (14/9/2026)
Kesepakatan itu dicapai setelah Teheran dan Muscat melakukan pembahasan teknis serta diplomatik secara intensif. Mengutip kantor berita Tasnim, Minggu (13/9/2026), kesepahaman akhir mengenai rute baru tersebut telah tercapai pada akhir Agustus.
Baca juga: Hamas Klaim Mampu Hancurkan Tel Aviv dengan 130 Rudal Per Menit
Dalam pengaturan yang disepakati, jalur masuk menuju kawasan Teluk seluruhnya berada di wilayah perairan Iran. Sementara untuk jalur keluar, sebagian rute juga melintasi perairan Iran.
Rute baru tersebut nantinya dijalankan berdasarkan pengaturan Iran. Setelah sistem itu diterapkan, rute di bagian selatan Selat Hormuz akan ditutup.
Baca juga: Harga Emas Stabil, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Keputusan The Fed
Namun, kesepakatan Iran dan Oman belum berarti jalur strategis tersebut akan langsung kembali dibuka bagi kapal-kapal yang melintas.
Menurut sumber yang dikutip Tasnim, Iran masih menetapkan tujuh persyaratan sebelum Selat Hormuz dibuka kembali. Persyaratan tersebut disebut telah disampaikan kepada Amerika Serikat.
“Kesepahaman ini sama sekali tidak berarti bahwa Selat Hormuz akan dibuka,” kata sumber tersebut.
Iran menyatakan penutupan Selat Hormuz akan terus berlangsung selama tujuh persyaratan itu belum dipenuhi. Pembukaan kembali jalur pelayaran tersebut sepenuhnya akan ditentukan oleh sikap Amerika Serikat.
Sebelumnya, Amerika Serikat disebut tetap bersikeras agar rute selatan Selat Hormuz tidak ditutup dan tetap digunakan untuk lalu lintas pelayaran. (nac)



















