BEKASI- Ancaman pencopotan Direktur Utama RSUD Chasbullah Abdul Madjid Ellya Niken Prasetya datang dari DPRD Kota Bekasi. Kini, politisi Kalimalang itu membuka Posko Pengaduan.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Ahmadi mengatakan, dibukanya Posko pengaduan ini semata-mata untuk mencari tahu kebenaran sikap arogansi pimpinan rumah sakit plat merah tesebut.
“Kami sudah buka Posko aduan ini, tujuannya untuk mengetahui keluhan pegawai RSUD,” katanya.
Baca juga: Kepemimpinan Dirut RSUD Kota Bekasi Dikeluhkan Pegawai, Wali Kota Bungkam
Bahkan, kata dia, secara kelembagaan bakal pasang untuk para pegawai rumah sakit. Bahkan, dia mengaku, tidak akan membiarkan hak-haknya diperlakukan tidak manusiawi.
“Jangan pernah takut jika mendapat intimidasi. Kami di DPRD siap menerima dan mengawal langsung setiap pengaduan pegawai RSUD yang merasa haknya dipotong secara sepihak,” kata Ahmadi.
Baca juga: Ratusan Lowongan Kerja Dibuka DLH DKI Jakarta, Syaratnya Bisa Tanpa Ijazah
Dia mengatakan, pihaknya akan segera memanggil Direktur Utama RSUD Chasbullah Abdulmadjid, Ellya Niken Prastiwi, untuk meminta penjelasan terkait persoalan tersebut.
“Kami juga berencana merekomendasikan pencopotan direktur kepada wali kota, selaku pimpinannya,” ujar Ahmadi.
Sebelumnya, sejumlah pegawai RSUD Chasbullah Abdulmadjid mengeluhkan gaya kepemimpinan Direktur Ellya Niken Prastiwi. Keluhan tersebut mencakup dugaan pemotongan penghasilan serta perlakuan pimpinan yang dinilai merugikan pegawai. (nay)



















