BEKASI – Pergerakan tanah terjadi di wilayah Kecamatan Serangbaru, Kabupaten Bekasi, yang menyebabkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan. Selain itu, kondisi jalan di sekitar lokasi juga dilaporkan retak dan mengalami kerusakan akibat perubahan struktur tanah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi menilai aktivitas pembangunan menjadi salah satu pemicu utama terjadinya pergeseran tanah di kawasan tersebut.
Baca juga: Jakarta Berpotensi Alami Guncangan Jika Megathrust “Meledak”
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriyadi, menyebut pembangunan yang tidak memperhatikan aspek keamanan lereng berpotensi memperburuk kondisi lahan.
Menurut Dodi, pergerakan tanah terjadi di area perumahan yang diduga masih dalam tahap pembangunan dan belum sepenuhnya selesai. Ia menilai proses konstruksi yang belum optimal dapat memengaruhi stabilitas tanah di sekitar lokasi.
Baca juga: Temuan Tumpukan Karung Berisi Uang Cacahan Gegerkan Warga
“Lokasinya berada di dalam kawasan perumahan di Serangbaru, sehingga kemungkinan besar masih berkaitan dengan pembangunan oleh pengembang,” ujarnya.
BPBD Kabupaten Bekasi meminta pihak pengembang bertanggung jawab atas dampak yang terjadi, mengingat peristiwa tersebut berlangsung di lingkungan perumahan yang berada dalam pengelolaannya.
Langkah penanganan lanjutan diharapkan segera dilakukan untuk mencegah kerusakan yang lebih luas serta memastikan keselamatan warga. (put)



















