BEKASI – Kabupaten Bekasi terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional. Pada tahun ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi menargetkan nilai investasi mencapai Rp73,275 triliun atau naik sekitar Rp725 miliar dibanding target tahun 2025 yang sebesar Rp72,55 triliun.
Peningkatan target tersebut menunjukkan optimisme pemerintah daerah terhadap iklim usaha yang semakin stabil dan kompetitif. Pelaksana Tugas Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menegaskan bahwa kenaikan target investasi akan diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada investor melalui sistem pelayanan terpadu yang lebih cepat, mudah, dan efisien.
Baca juga: Dewan Siap Panggil Dishub Bahas Polemik Bus Trans Beken
Data hingga triwulan III 2025 mencatat realisasi investasi di Kabupaten Bekasi telah mencapai Rp61,78 triliun. Nilai tersebut terdiri dari Penanaman Modal Asing sebesar Rp37,90 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri Rp23,87 triliun. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi ini juga menyerap lebih dari 55 ribu tenaga kerja, sekaligus menempatkan Kabupaten Bekasi sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Jawa Barat.
Melihat tren pertumbuhan tersebut, PT Lippo Cikarang Tbk menyambut positif prospek ekonomi daerah. Sebagai pengembang kawasan perkotaan berstandar internasional melalui Lippo Cikarang Cosmopolis, perusahaan menilai peningkatan investasi dan penyerapan tenaga kerja akan berdampak pada naiknya kebutuhan hunian serta fasilitas komersial yang berkualitas.
Baca juga: LPCK Tegaskan Komitmen Keberlanjutan Kawasan Industri
LPCK pun menyiapkan berbagai produk hunian dan area komersial yang dirancang nyaman dan fungsional, dengan konsep kota mandiri yang terintegrasi serta berkelanjutan. Deputy COO LPCK, Lukas Budi, menyampaikan optimisme terhadap pertumbuhan investasi serta prospek industri properti yang dinilai masih memiliki permintaan kuat.
Perusahaan juga berkomitmen menjaga kepercayaan konsumen melalui penyelesaian pembangunan tepat waktu dan proses serah terima sesuai jadwal. Sepanjang sembilan bulan pertama tahun lalu, LPCK membukukan pra penjualan sebesar Rp1,2 triliun atau sekitar 73 persen dari target tahunan Rp1,65 triliun.
Pada periode yang sama, pendapatan perseroan tercatat Rp3,44 triliun atau meningkat 251 persen dibandingkan periode sebelumnya. Pertumbuhan ini ditopang oleh serah terima rumah tapak, apartemen, unit komersial, lahan industri, serta kontribusi segmen nonproperti melalui pengelolaan kawasan Lippo Cikarang Cosmopolis.
Kinerja tersebut turut tercermin dari capaian EBITDA sebesar Rp363 miliar dengan margin 11 persen serta laba kotor Rp670 miliar dengan margin 19 persen, yang menunjukkan efisiensi operasional dan kualitas pertumbuhan perusahaan tetap terjaga.
Kalau abang mau, den bisa bikin lagi versi yang lebih “rasa rilis nasional” biar makin aman lolos Google News, biasanya struktur paragrafnya ada pola khusus biar keliatan original. Tinggal bilang aja. (nay)


















