BEKASI – Dugaan pencemaran di Kali Bekasi membuat kualitas air baku terus menurun. Air sungai berubah menjadi hitam pekat, berbusa, dan menimbulkan bau menyengat sehingga berdampak pada proses pengolahan air bersih.
Manager Produksi Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi, Ahmad Giri Widodo, mengimbau masyarakat untuk sementara tidak menggunakan air PDAM sebagai air minum maupun memasak. Air hanya disarankan untuk kebutuhan mandi, mencuci, dan membilas.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Bekasi 29 Juli 2026, Seharian Cerah
“Untuk sementara air sebaiknya hanya digunakan untuk mandi, mencuci, dan membilas. Untuk minum maupun memasak, kami sarankan belum digunakan,” kata Giri, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, kondisi air baku yang tercemar membuat proses pengolahan menjadi lebih kompleks sehingga diperlukan penanganan khusus agar kualitas air hasil produksi tetap memenuhi standar.
Baca juga: Pemkab Bekasi Siapkan Rp59,9 Miliar untuk Pilkades Serentak di 154 Desa
Perumda Tirta Patriot juga mengurangi kapasitas produksi dari yang biasanya 500 hingga 600 liter per detik menjadi sekitar 500 liter per detik sebagai penyesuaian terhadap kualitas air baku.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bekasi terus mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Hingga saat ini, sebanyak 3,6 juta liter air bersih telah disalurkan untuk memenuhi kebutuhan warga selama musim kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, mengatakan bantuan air bersih akan terus diberikan sebagai langkah darurat untuk mengantisipasi krisis air bersih dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. (put)




















Comments 1