BEKASI – Sebanyak 2.416 kepala keluarga (KK) di enam desa di Kabupaten Bekasi terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Untuk memenuhi kebutuhan warga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi telah mendistribusikan 575.000 liter air bersih ke wilayah terdampak.
Enam desa yang mengalami kekeringan yakni Desa Sukamukti, Sukabungah, Medalkrisna, dan Karang Indah di Kecamatan Bojongmangu, Desa Ridogalih di Kecamatan Cibarusah, serta Desa Nagasari di Kecamatan Serang Baru. Bantuan air bersih disalurkan ke 20 titik yang mengalami krisis air.
Baca juga: Ibu Tiri Diduga Aniaya Bocah 4 Tahun, Polisi Dalami Motif
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan distribusi air bersih dilakukan melalui kerja sama dengan sejumlah pihak. Dari total bantuan yang disalurkan, sebanyak 380.000 liter berasal dari BPBD, 170.000 liter dari PMI, dan 25.000 liter dari Delta Mas.
“Kolaborasi tersebut sangat penting untuk mempercepat penanganan dampak kekeringan, terutama di wilayah yang setiap tahun mengalami keterbatasan pasokan air bersih saat musim kemarau,” ujar Dodi.
Baca juga: Ratusan Pengedar Narkoba Ditangkap di Bekasi
Menurutnya, BPBD terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, dan perangkat daerah terkait untuk memantau perkembangan kondisi kekeringan sekaligus memastikan bantuan air bersih diterima masyarakat yang membutuhkan.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Warga yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih diminta segera melapor kepada pemerintah desa atau BPBD agar distribusi bantuan dapat segera dilakukan.
“Kami memastikan personel, armada, dan stok air bersih tetap siaga. Jika ada wilayah baru yang terdampak, distribusi akan segera dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” kata Dodi. (put)




















